Tampilkan postingan dengan label Pisikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pisikologi. Tampilkan semua postingan
Rabu, 02 Februari 2011
Menghadapi Kekurangan dalam Diri Kita
Sebagai manusia biasa, tentunya kita sangat familiar sama kalimat berikut, "Manusia tidak ada yang sempurna" yang didasarkan bahwa tiap manusia pasti memiliki kekurangan dalam diri kita.
Ada yang bilang, cakep itu kelebihan dan jelek itu kekurangan....
Tapi lihatlah, betapa banyaknya orang cakep yang mungkin berakhir cuma sebagai pekerja biasa, tapi Omas, Mandra, Mpok Nori dan beberapa artis lainnya yang mungkin secara fisik ga cakep.... tapi secara ketenaran.. justru mereka lebih tenar dari yang cakep-cakep...
Ada yang bilang, langsing itu kelebihan dan gendut itu kekurangan...
Tapi lihatlah, betapa berjayanya artis-artis komedian yang memiliki tubuh extra, sedangkan yang langsing-langsing di jalanan juga banyak keliaran dan mereka ga juga maju...
Ada yang bilang, tinggi itu kelebihan dan pendek itu kekurangan...
Tapi lihatlah layar televisi kita semakin banyak dipenuhi oleh orang-orang yang bertubuh kurang tinggi dan mereka memiliki kesuksesan yang cukup luar biasa...
Sekarang masalahnya adalah BAGAIMANA KITA MENGUBAH KEKURANGAN DALAM DIRI KITA MENJADI KELEBIHAN yang bisa kita banggakan...
Menurut QQ, ada empat cara orang pada umumnya dalam menghadapi kekurangan dalam dirinya, atau paling nggak sesuatu yang dia anggap kekurangan.... kadang orang udah ganteng, udah cakep, langsing, tapi tetep aja merasa dia memiliki banyak kekurangan...
yang pertama adalah, Meratap...
Ini adalah cara yang paling buruk dalam menghadapi fakta bahwa kita memiliki kekurangan dalam diri kita. Karena meratap, tidak menghasilkan hal-hal yang positif... kita hanya akan mendapat rasa tidak Percaya Diri... kita minder... kenapa??
Karena kerjaan kita cuma meratap dan meratap....
menyalahkan Tuhan...
menyalahkan orang lain....
Karena kekurangan yang kita punya...
inilah langkah yang akan membawa kita semakin jatuh dan terpuruk..
mari kita lanjutkan, yang kedua adalah, Menerima dan Pasrah
ini bukan langkah yang buruk, karena sebenarnya ini adalah sebuah gerbang sebelum kita melakukan langkah-langkah lainnya...
kita harus bisa menerima, bahwa inilah diri kita apa adanya dan kita harus percaya pada Dia yang menciptakan kita, bahwasanya Dia memiliki maksud dan tujuan yang baik untuk kita....
Tapi bukan berarti kita harus pasrah dan sudah... gitu aja.....
Tahapan ini tak akan menghasilkan apa-apa, bila tidak dilanjutkan ke tahapan selanjutnya...
ke tahapan ketiga, yakni Memperbaiki Kekurangan
Setelah kita tahu dimana kekurangan kita, maka kita harus berusaha sebaik mungkin untuk memperbaiki kekurangan tersebut. Misalkan kita punya tubuh yang terlalu lebar [bukan berarti itu kekurangan yaaa... tapi masih banyak orang yang menganggap ini sebuah kekurangan]... maka kira berusaha dengan olahraga, diet seimbang, dan segala upaya untuk memperbaiki diri.
Tapi memperbaiki diri ini, kita harus tahu batasan diri.... terkadang kita berusaha terlalu keras dan cenderung menjadi terobsesi. Kemudian kita menjadi diet ketat dan tidak seimbang, yang penting kurus... bukan begitu caranya....
Ada kalanya kekurangan kita itu mungkin sesuatu yang tidak dapat diperbaiki...
Andai hanya badan yang terlalu besar, itu masih bisa diatur...
tapi bagaimana dengan orang yang hanya dengan satu tangan? satu kaki? atau bahkan tanpa tangan atau kaki...? itu bukan sesuatu yang mudah untuk diperbaiki...
Ini saatnya kita pindah ke tahapan terakhir, Berfokus pada kelebihan yang lain....
Inilah cara yang harus kita tempuh dan selalu menjadi cara terakhir.... bukan dengan mati-matian mengatasi kekurangan kita... bisa-bisa ntar mati beneran... hehehe...
Banyak contoh orang-orang yang memiliki kekurangan, tapi mereka mampu membuat lukisan dengan mulut, membuat novel dengan menggunakan kaki untuk mengetik, atlit-atlit cacat yang mampu berprestasi luar biasa...
Mereka tidak meratapi kekurangan mereka...
Mereka menerima dan pasrah atas kekurangan ini...
Tentunya mereka sudah berupaya sebisa mungkin mengatasi ini...
Tapi mereka memilih untuk BERFOKUS PADA KELEBIHAN LAIN yang mereka miliki.... dan itulah yang akan mampu membawa kita untuk selalu maju ke depan...
Dalam hidup kita ini, kita harus selalu mampu untuk melihat titik terang dalam segala hal. Karena orang ini akan mampu untuk menemukan jalan meskipun ia berada dalam kegelapan yang amat pekat. Kita harus menjadi orang yang mampu untuk selalu memiliki pemikiran yang positif.
Dunia kita belum berakhir selama nyawa masih menempel di raga ini. Jangan pernah merasa rendah diri karena kekurangan yang kita miliki... Dengan kekurangan itu, tak pernah mengurangi nilai kita sebagai seorang manusia yang memiliki kedudukan yang sama dengan manusia lainnya di muka bumi ini.
Allah SWT tidak melihat seseorang dari tampilan fisiknya, tapi dari hatinya... selama kita bisa menjaga hati kita tetap baik dalam menjalani hidup ini... KITA AKAN MAMPU MELIHAT TITIK TERANG DALAM KEGELAPAN, SEGELAP APAPUN ITU.....
Sekarang saatnya bangkit dan mari kita berfokus pada kelebihan yang kita miliki dan berhenti meratapi kekurangan-kekurangan kita...!!!!!
Ada yang bilang, cakep itu kelebihan dan jelek itu kekurangan....
Tapi lihatlah, betapa banyaknya orang cakep yang mungkin berakhir cuma sebagai pekerja biasa, tapi Omas, Mandra, Mpok Nori dan beberapa artis lainnya yang mungkin secara fisik ga cakep.... tapi secara ketenaran.. justru mereka lebih tenar dari yang cakep-cakep...
Ada yang bilang, langsing itu kelebihan dan gendut itu kekurangan...
Tapi lihatlah, betapa berjayanya artis-artis komedian yang memiliki tubuh extra, sedangkan yang langsing-langsing di jalanan juga banyak keliaran dan mereka ga juga maju...
Ada yang bilang, tinggi itu kelebihan dan pendek itu kekurangan...
Tapi lihatlah layar televisi kita semakin banyak dipenuhi oleh orang-orang yang bertubuh kurang tinggi dan mereka memiliki kesuksesan yang cukup luar biasa...
Sekarang masalahnya adalah BAGAIMANA KITA MENGUBAH KEKURANGAN DALAM DIRI KITA MENJADI KELEBIHAN yang bisa kita banggakan...
Menurut QQ, ada empat cara orang pada umumnya dalam menghadapi kekurangan dalam dirinya, atau paling nggak sesuatu yang dia anggap kekurangan.... kadang orang udah ganteng, udah cakep, langsing, tapi tetep aja merasa dia memiliki banyak kekurangan...
yang pertama adalah, Meratap...
Ini adalah cara yang paling buruk dalam menghadapi fakta bahwa kita memiliki kekurangan dalam diri kita. Karena meratap, tidak menghasilkan hal-hal yang positif... kita hanya akan mendapat rasa tidak Percaya Diri... kita minder... kenapa??
Karena kerjaan kita cuma meratap dan meratap....
menyalahkan Tuhan...
menyalahkan orang lain....
Karena kekurangan yang kita punya...
inilah langkah yang akan membawa kita semakin jatuh dan terpuruk..
mari kita lanjutkan, yang kedua adalah, Menerima dan Pasrah
ini bukan langkah yang buruk, karena sebenarnya ini adalah sebuah gerbang sebelum kita melakukan langkah-langkah lainnya...
kita harus bisa menerima, bahwa inilah diri kita apa adanya dan kita harus percaya pada Dia yang menciptakan kita, bahwasanya Dia memiliki maksud dan tujuan yang baik untuk kita....
Tapi bukan berarti kita harus pasrah dan sudah... gitu aja.....
Tahapan ini tak akan menghasilkan apa-apa, bila tidak dilanjutkan ke tahapan selanjutnya...
ke tahapan ketiga, yakni Memperbaiki Kekurangan
Setelah kita tahu dimana kekurangan kita, maka kita harus berusaha sebaik mungkin untuk memperbaiki kekurangan tersebut. Misalkan kita punya tubuh yang terlalu lebar [bukan berarti itu kekurangan yaaa... tapi masih banyak orang yang menganggap ini sebuah kekurangan]... maka kira berusaha dengan olahraga, diet seimbang, dan segala upaya untuk memperbaiki diri.
Tapi memperbaiki diri ini, kita harus tahu batasan diri.... terkadang kita berusaha terlalu keras dan cenderung menjadi terobsesi. Kemudian kita menjadi diet ketat dan tidak seimbang, yang penting kurus... bukan begitu caranya....
Ada kalanya kekurangan kita itu mungkin sesuatu yang tidak dapat diperbaiki...
Andai hanya badan yang terlalu besar, itu masih bisa diatur...
tapi bagaimana dengan orang yang hanya dengan satu tangan? satu kaki? atau bahkan tanpa tangan atau kaki...? itu bukan sesuatu yang mudah untuk diperbaiki...
Ini saatnya kita pindah ke tahapan terakhir, Berfokus pada kelebihan yang lain....
Inilah cara yang harus kita tempuh dan selalu menjadi cara terakhir.... bukan dengan mati-matian mengatasi kekurangan kita... bisa-bisa ntar mati beneran... hehehe...
Banyak contoh orang-orang yang memiliki kekurangan, tapi mereka mampu membuat lukisan dengan mulut, membuat novel dengan menggunakan kaki untuk mengetik, atlit-atlit cacat yang mampu berprestasi luar biasa...
Mereka tidak meratapi kekurangan mereka...
Mereka menerima dan pasrah atas kekurangan ini...
Tentunya mereka sudah berupaya sebisa mungkin mengatasi ini...
Tapi mereka memilih untuk BERFOKUS PADA KELEBIHAN LAIN yang mereka miliki.... dan itulah yang akan mampu membawa kita untuk selalu maju ke depan...
Dalam hidup kita ini, kita harus selalu mampu untuk melihat titik terang dalam segala hal. Karena orang ini akan mampu untuk menemukan jalan meskipun ia berada dalam kegelapan yang amat pekat. Kita harus menjadi orang yang mampu untuk selalu memiliki pemikiran yang positif.
Dunia kita belum berakhir selama nyawa masih menempel di raga ini. Jangan pernah merasa rendah diri karena kekurangan yang kita miliki... Dengan kekurangan itu, tak pernah mengurangi nilai kita sebagai seorang manusia yang memiliki kedudukan yang sama dengan manusia lainnya di muka bumi ini.
Allah SWT tidak melihat seseorang dari tampilan fisiknya, tapi dari hatinya... selama kita bisa menjaga hati kita tetap baik dalam menjalani hidup ini... KITA AKAN MAMPU MELIHAT TITIK TERANG DALAM KEGELAPAN, SEGELAP APAPUN ITU.....
Sekarang saatnya bangkit dan mari kita berfokus pada kelebihan yang kita miliki dan berhenti meratapi kekurangan-kekurangan kita...!!!!!
Diposting oleh Linda Regar 0 komentar
Label: Pisikologi
Sabtu, 17 Juli 2010
Menghargai Orang Lain
Sehubungan dengan menghargai orang lain, ada dua tipe orang yaitu:
- Orang yang tidak tahu bagaimana caranya memuji atau menghargai orang.
- Orang yang tidak mau memuji atau menghargai orang.
Orang-orang yang biasanya dibesarkan dalam rumah yang hampa pujian atau tanggapan positif dari orangtuanya. Akhirnya mereka hidup di dalam tuntutan sehingga tidak pernah atau jarang sekali mereka memenuhi tuntutan itu karena tidak mendapatkan tanggapan positif dari orangtuanya. Dan mereka selalu melihat diri mereka sebagai orang yang tidak mempunyai keberhasilan, tidak pernah dipuji. Karena tidak pernah mendengarkan pujian, akhirnya tidak tahu bagaimana caranya memberikan pujian atau menghargai orang lain.
Dari keluarga yang sama juga bisa muncul seseorang yang sebetulnya tahu bagaimana caranya memuji orang, tapi tidak mau melakukannya. Kenapa? Sebab dia merasa dia pun dulu tidak pernah mendapatkan pujian atau penghargaan dari orang lain maka sekarang orang pun tidak akan mudah mendapatkan pujian atau penghargaan dari dia.
Namun sebenarnya mereka bisa belajar untuk menghargai orang lain, langkah satu-satunya adalah coba melihat perubahan atau kemajuan atau hal yang positif sekecil apa pun.
Ada satu alasan kenapa seseorang patut menerima pujian atau penghargaan yaitu orang itu telah berusaha.
Selain kita memberikan pujian dan penghargaan melalui kata-kata, ada hal yang memang tidak terungkapkan melalui kata-kata namun terbaca jelas adalah sikap hormat.
Tiga dampak positif yang akan timbul kalau kita memberikan penghargaan kepada orang lain, yaitu
- Orang lain akan lebih termotivasi untuk menjadi lebih baik.
- Orang lain akan lebih mau dekat dengan kita
- Orang tersebut nantinya juga akan lebih mudah menghargai orang lain pula, sebab mereka sudah menerimanya dari kita.
Orang yang bisa menghargai, memberikan penghargaan kepada orang dan bisa memuji orang, menjadi orang yang dikasihi, orang yang akan mendapatkan reputasi yang baik pula. Tidak mahal tetapi kenapa kita tidak mau melakukannya.
Diposting oleh Linda Regar 0 komentar
Label: Pisikologi
Langganan:
Postingan (Atom)

















